Depan > Index Berita > Hari Remaja Internasional, Kanselor Siap Bagi Informasi Kepada Remaja
Hari Remaja Internasional, Kanselor Siap Bagi Informasi Kepada Remaja
Senin, 14 Agustus 2017

Pekanbaru  - Sebanyak 3.000 konselor yang tergabung dalam Pusat Informasi Konseling di persiapkan untuk membantu 1,7 juta remaja di Provinsi Riau agar mendapatkan informasi penting tentang generasi berencana.
 
"Generasi berencana dimaksudkan adalah generasi yang memiliki program untuk menghindari pernikahan dini, menjauhi narkoba, dan menjauhi perilaku seks bebas serta menjadi generasi yang sehat dan cerdas," kata Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Yenrizal Makmur di Pekanbaru, Minggu.
 
Ia mengatakan itu dalam rangkaian memperingati Hari Remaja Internasional Ke-17 bertema "Youth Building Peace," atau remaja membangun perdamaian yang digelar Forum Genre bekerja Sama dengan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Provinsi Riau (PPKS).
 
Menurut dia, dalam masa depan remaja yang gemilang bisa dipersiapkan jika mereka bisa melakukan program generasi berencana tersebut apalagi remaja memiliki peluang bonus demografi. Secara nasional jumlah remaja mencapai 64 juta jiwa itu.
 
Ia mengatakan, peluang demografi  adalah kelebihan penduduk suatu negara jika berkualitas saat usia mereka produktif tentu akan membawa kemajuan bagi bangsa sehingga mereka harus dipersiapkan menjadi generasi yang berkualitas.
 
"Karenanya remaja harus mampu memanfaatkan waktu luang mereka dengan kegiatan bermanfaat, berolahraga, mengembangkan bakat,  menuntut ilmu, menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S1, sukses bekerja dan baru berumahtangga,"katanya.  
 
Sementara itu keberadaaan PIK di Riau kini mencapai 425 dan satu PIK rata-rata memiliki 6 konselor yang berperan mendampingi remaja untuk mendapatkan berbagai informasi penting sekaligus tempat mereka melakukan konseling.
 
Selama ini, katanya, remaja cenderung mencari teman sebaya untuk mendapatkan konseling dan berdasarkan penelitian hanya mencapai 20 persen saja remaja mencurahkan isi hati dan perasaan mereka pada orang tuanya. Jika salah mendapatkan teman curahan hati, maka remaja bisa tersesat.
 
Ia berpendapat masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di tanah air, maka orang tua perlu terus memperkuat delapan fungsi keluarga sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni fungsi agama, reproduksi, pendidikan , fungsi cinta, fungsi kasih, perlindungan, ekonomi dan lingkungan.
 
Peringatan Hari remaja Internasional tahun 2017 juga diisi dengan kuis tentang BKKBN dan program gendre, pertunjukan dance  dari remaja serta lomba "doodle art"  pembuatan poster tentang program Gendre dan pemenangnya akan memperoleh hadiah paket untuk mengambar. (AR)