Depan > Index Berita > BKKBN Riau Gagas Rapat Penanggulangan Stunting di Rokan Hulu
BKKBN Riau Gagas Rapat Penanggulangan Stunting di Rokan Hulu
Selasa, 13 Maret 2018

ROKAN HULU - Asisten II Sekretariat darah (Setda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Ir. Ruslan membuka rapat koordinasi penggarapan penanggulangan stunting di kabupaten Rohul.

Dalam r‎apat koordinasi penggarapan penanggulangan stunting di Rohul, dilaksanakan di lantai 3 Kantor Bupati Rohul, Selasa (13/3/2018). Pertemuan tersebut digagas oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Riau.

Dirapat koordinasi penggarapan penanggulangan stunting, juga dihadiri, enam kecamatan yang yang menjadi wilayah  Stunting dan 10 desa di Rohul.

Asisten II M.Ruslan  meminta ke seluruh peserta rapat untuk bersama sama dalam menanggulangi stunting di Rohul, dengan cara "keroyokan".

stunting-di-kabupaten-rohul_20180313_140448.jpg

“Ini jadi masalah kita bersama untuk menanggulanginya, dan kita harus keroyokan atau bersama-sama, dengan Dinas terkait dalam menurunkan angka stunting di daerah kita ini," imbau M.Ruslan.

Tambah Asisten II lagi, engan cara keroyokan ini dirinya yakin, angka Stunting yang ada dirihul akan berkurang, sehingga Rohul bisa bebas dari Stunting, pasalnya seorang pemimpin daerah tidak akan pernah mau wilayahnya menjadi daerah Stunting.

Katanya lebih lanjut, kroyokan yang dimaksud yakni guna menanggulangi Stunting, Dinas terkait seperti masalah kesehatanya atau gizinya tentu itu menjadi kewajiban Dinas Kesehatan, untuk infrastruktur PUPR, dan terkait pangan jelas menjadi tanggung jawab Dinas Ketahanan pangan dan perikanan.

Kemudian, juga terkait air bersih dan perumahan tentunya itu Dinas pengairan dan Pemikiman Rakyat, dan dinas-dinas terkait lainya, juga harus turut ambil bagian dalam menurunkan angka Stunting di Rohul.

“Bupati H. Sukiman juga sudah mengintruksikan, permasalahan stunting di Rohul harus di selesaikan segera di 10 desa yang ada di enam kecamatan," ungkapnya.

Sebutnya, rakor yang dilaksanakan sangat penting dilaksanakan, dan ia juga meminta Dinas terkait untuk melakukan data ulang terkait jumlah Stunting ini, pasalnya data yang tersebar tersebut adalah data 2013.

M.Ruslan juga meminta ke BKKBN Riau, agar gencar dalam mensosialisasikan pola hidup sehat dan melakukan upaya pencegahan agar stunting tidak terjadi lagi.

Kemudian, pola hidup sehat dan asupan gizi saat ibu hamil sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak, untuk itulah posyandu harus berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada ibu-ibu hamil terkait asupan gizi.

“Saya baca stunting itu bisa terjadi mulai dari ibu mengandung, hingga menyusui. Hal ini sangat penting untuk mengurangi angka stunting," terangnya.

Ditanya desa mana saja yang menjadi daerah Stunting di Rohul, Ruslan menjelaskan ada 10 desa yang ditetapkan menjadi daerah stunting, yakni Desa Tambusai Timur, Timur, Kepenuhan hilir, Ulak Patian, Marga Mulya, Teluk Aur, Menaming, Bangun Purba Barat, dan Desa Kepayang.

“Berharap melalui rakor ini, bisa memberikan hasil yang maksimal dalam menanggulangi Stunting di Rohul. Yang jelas harus Kroyokan baru bisa ditekan angkanya,"harapnya. (pekanbaru.tribunnews.com)


886